Pada tanggal 21 September 2018

Pada tanggal 21 September 2018, kami melakukan praktikum Sistem Informasi Geografis untuk yang kedua kali. Praktikum kali ini tentang data vektor dan raster yang bertujuan praktikan dapat mengerti data spasial dan perbedaan data vektor & data raster, serta praktikan dapat menggunakan ArcCatalog dan ArcMap dalam pengelolaan data vektor dan raster. Sebelum praktikum kami melakukan pretest selama 15 menit, lalu memulai praktikum Data Vektor dan Raster dengan diberi data pengamatan oleh para asdos. Ada beberapa langakah yang harus dilakukan. Pertama, membuka aplikasi ArcMap 10.3 lalu klik catalog dan connect to folder. Kedua pilih folder yang ingin di koneksikan. Ketiga, setelah folder terkoneksi seret Area.tif ke map document nah gambar yang muncul merupakan data raster karna diambil dari pengindraan jauh. Keempat, seret juga geologi_tanggamus.shp, kota.shp, dan struktur_tanggamus.shp itu semua merupakan data vektor karena berbentuk poligon, garis, dan titik. Kelima, seret kecamatan_tanggamus.xls lalu jika ingin melihat nama kecamatannya klik kanan dan klik label features. Keenam, jika ingin mengubah warna data raster klik kanan di Area.tif lalu klik properties pilih symbology lalu pilih warna yang ada di color ramp sesuai keinginan kita dan klik ok. Terakhir, jika ingin lebih jelas mengetahui informasi data vektornya seperti struktur tanggamus kita klik kanan pada struktu_tanggamus pilih open attribute table lalu akan muncul informasi yang lengkap berbentuk tabel. Praktikum pun selesai karena kita sudah bisa membedakan data raster dan data vektor.

Data spasial adalah data yang bereferensi geografis atas representasi obyek dimuka bumi. Data spasial umumnya berdasarkan peta yang berisikan interpretasi dan proyeksi seluruh fenomena yang berada di bumi. Fenomena tersebut berupa fenomena alamiah dan buatan manusia. Data spasial SIG mempunyai dua bagian penting yang membedakan dari data yang lain yaitu informasi lokasi dan informasi atribut. Data spasial terdapat dua jenis yaitu data vektor dan data raster. Data vektor merupakan data permukaan bumi yang terdapat bentuk poligon, garis dan titik dimana setiap bentuk memiliki informasi yang berbeda-beda. Sedangkan data raster merupakan data permukaan bumi yang diambil dari jarak jauh apabila diperbesar tidak akan pecah gambarnya. Ada beberapa perbedaan data vektor dan data raster. Data raster memiliki ukuran file yang lebih besar dibandingkan dengan data vektor, maka dari itu data vektor lebih cepat untuk diolah. Data raster juga di visualisasikan dengan pixel atau grid sedangkan data vektor menampilkan kumpulan titik-titik, garis, dan poligon. Data raster diambilkan dari perekaman satelit, atau penginderaan jauh, sedangkan data vektor diambil dari data raster yang diolah ke data vektor bisa melalui cara konversi, digitasi, ataupun hasil gps. Format dari data raster yaitu bmp, jpg, tiff, grid, bil, bip, bsq, dll. Sedangkan format data vektor yaitu dxf, dwg, shp, dll.

Kelebihan dari data vektor yaitu tidak menyita banyak ruang penyimpanan, resolusi spasial yang lebih tinggi dibandingkan data raster, lebih mudah digunakan untuk transformasi koordinat dan proyeksi. Adapun kelebihan dari data raster yaitu memiliki struktur data yang sederhana, teknologi yang dilakukan lebih murah. Kekurangan dari data vektor yaitu struktur datanya kompleks, datanya tidak mudah di manipulasi, dan memerlukan perangkat komputer yang lebih mahal. Kekurangan dari data raster yaitu menyita ruang penyimpanan yang lebih besar dibandingkan data vektor, sulit untuk melakukan transformasi koordinat dan proyeksi.
Penggunaan data spasial dalam bidang geofisika bisa meliputi pertambang, kebencanaan, dapat mengetahui daerah yang rawan bencana, georefern, geoprocessing, pemetaan topografi, penyajian data log-sumur, pemetaan permukaan, analisa pemetaan mineral dan batuan, dll.