METODE PENELITIAN Bab ini akan menjelaskan tentang aktivitas dan proses yang dilakukan untuk memperoleh data dalam penelitian

METODE PENELITIAN Bab ini akan menjelaskan tentang aktivitas dan proses yang dilakukan untuk memperoleh data dalam penelitian. Fokus utama dalam bab ini adalah tentang membahas setiap langkah yang dilakukan untuk mengumpulkan data, proses pengolahan dan bagaimana menyajikan data. Selain itu akan dijelaskan pula metode pengambilan populasi dan penentuan sampel penelitian. Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian sosial yang bersifat dinamis sehingga fokus yang digunakan adalah mengkaji fenomena-fenomena yang tengah terjadi didalam masyarakat. Pengkajian fenomena-fenomena ini kemudian didasarkan pada seberapa besar persepsi yang diberikan oleh masyarakat terkait dengan terjadinya fenomena tersebut. Penelitian ini mengkaji tentang fenomena penutupan dan pencabutan izin dari perguruan tinggi baik swasta atau negeri yang dilakukan oleh DIKTI. Sehingga penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian deskriptif bertujuan untuk mengetahui secara jelas kondisi, situasi, peristiwa ataupun kegiatan yang tengah terjadi (Creswell, 2013). Penggunaan deskriptif dalam pendekatan kuantitatif disini bertujuan agar metode yang digunakan mampu menjawab tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak dari manajemen konflik, kontrol internal, lingkungan bisnis dan struktur organisasi terhadap efektifitas organisasi. selain itu, penelitian deskriptif disini digunakan dengan dasar penggunaan data empiris dan fokus pada konten peneltian (Teo, 2013). Penelitian kuantitatif digunakan untuk mencermati komparasi dari seiap variabel yang muncul dalam sebuah fenoemena (Creswell, 2013). Kuantitatif deskriptif dalam penelitian ini juga akan memberikan gambaran jelas tentang bagaimana fenomena yang ada berelaborasi dan melihat apakah kemudian dapat ditarik kesimpulan yang mampu memprediksi hal-hal yang mungkin akan terjadi kedepannya (Walliman, 2011). Untuk mendapatkan hasil penelitian yang mampu menjawab tujuan penelitian ini maka peneliti menggunakan pendekatan korelasional untuk mendapatkan hubungan diantara variabelnya (Creswell, 2013). Pendekatan korealsional disini digunakan dengan tujuan untuk mampu mendapatkan hasil yang akurat akan nilai dari setiap hubungan yang dihasilkan didalamnya. Tujuan dari pendekatan korelatsional adalah membuktikan adanya hubungan antar setiap konsep yang ada (Walliman, 2011). Penelitian ini akan mengambil subjek terhadap kelompok organisasi, dengan fokus utamanya adalah beberapa organisasi sesuai dengan tujuan penelitian. Sehingga dalam pensuasanaan penelitian disini diatur oleh peneliti mulai dari tahap persiapan awal hingga akhir ditariknya hasil penelitian (Creswell, 2013), diaturnya jalan penelitian oleh peneliti disini untuk membuat penelitian dapat berjalan secara tersistematis. Oleh karena itu, tingkat intervensi peneliti dilakukan secara moderat, artinya peneliti mengatur jalannya penelitian dan mengarahkan penelitian ini agar sesuai dengan tujuan yang telah dibahas pada bab sebelumnya. Dalam hal pengambilan data, penelitian ini bersifat Cross Sectional dengan pengamilan data dalam sekali waktu tertentu. Cross Sectional dilakukan karena peneliti melakukan pengukuran dan atau pengamatan dalam waktu yang bersamaan (Creswell, 2013). Definisi Operasional Pemahaman akan konstruksi variabel dan indikator yang di pakai oleh setiap variabel ini di dasarkan pada hasil penelitian sebelumnya yang telah memiliki variabel dan indikator sesuai dengan tema penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Hal ini merujuk pada pendapat Walliman, (2011) bahwa penentuan indikator dan turunannya untuk mendapatkan item pertanyaan dapat dilakukan dengan mengambil (memodifikasi) indikator dari penelitian-penelitian yang telah di lakukan sebelumnya untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih valid. Sehingga, indikator penelitian dan turunannya dalam penelitian ini mengambil dari hasil penelitian yang sudah valid dan dimodifikasi sesuai dengan tema penelitian yang dilakukan. Selain itu, dalam menentukan skala penelitian disini menggunakan standar likert, dengan pilihan opsional peneltian yaitu Sangat Setuju, Setuju, Ragu-Ragu, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Penggunaan skala likert disini berasarkan pendpat dari Walliman (2011) dan Teo (2013) yang keduanya memberikan arahan penggunaan skala likert sebagai parameter opsional jawaban dari subjek penelitian agar dapat dijalankan dengan lebih mudah dan proses pengolahan data juga akan berjalan dengan lebih mudah untuk dilakukan. Selain itu, menggunakan referensi penelitian sebelumnya untuk melihat standar pengukuran yang di pakai juga dilakukan agar modifikasi yang dilakukan tidak melenceng jauh dari sumber asli penelitian. Untuk memahami detail setiap variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat dari penjelasan tabel 3.1 sebagai berikut Tabel 3.1 Definisi Operasoional Penelitian VariabelPengertian DimensiItem PertanyaanSkala PengukuranReferensiVariabel XLingkungan BisnisMerupakan gambaran dari kondisi lingkungan internal maupun external dari organisasiDinamis Faktor sosial, politik an ekonomi di sekitar universitas cukup stabil Ada banyak ketidakpastian di lingkungan sekitar organisasi Organisasi memiliki kebijakan yang jelas tentang interaksi dengan lingkungan Skala Likert 1 Sangat Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 3 Ragu-ragu 4 Setuju 5 Sangat SetujuAndrew dan Johansen (2012) Crucke dan Decramer (2015)Eksternal dan internal kontrol Rata-rata pengalaman yang dimiliki oleh dosen Rata-rata gaji dari dosen yang mengajar Jumlah dosen baru di sekitar lingkungan universitas Rata-rata ukuran kelas yang diamu dosen Kualitas dari ruang kelas Deksriptif dan opsionalKompleksitasKarakter dari kelompok yang berbeda-beda di sekitar universitas Mengakarakterkan kondisi politik, sosial dan ekonomi yang ada di esekitar organisasi Ada banyak konflik terkait dengan isu-isu pendidikan dalam komunitasSkala Likert 1 Sangat Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 3 Ragu-ragu 4 Setuju 5 Sangat SetujuStruktur OrganisasiMerupakan penjelaskan tentang setiap bagian yang ada dalam tubuh organisasiNature of Hierarchical LayersOrganisasi memiliki sedikit lapisan dalam hirarki Sedikitnya lapisn dalam hirarki membuat pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat Tidak semua keputusan diambil oleh pemegang kedudukan tinggi karena adanya desentralisasi Sedkitnya lapisan menghasilkan integrasi yang lebih tinggi Mengharuskan karyawan di tingkat rendah untuk ikut dalam pengambilan keputusan Mengurangi lapisan, memberdayakan karyawan yang rendah, dan memfasilitasi pengabdian karyawan sesuai dengan visi dan tujuan dari organisasi Adanya lapisan yang sedikit membuat komunikasi menjadi lebih lancarSkala Likert 1 Sangat Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 3 Ragu-ragu 4 Setuju 5 Sangat Setuju Shabbir (2017)nature of internal and external boundariesOrganisasi menghapus batas-batas internal yang memudahkan setiap unit dari berbagai departemen saling berhubungan satu sama lain Penghapusan batas-batas internal mewujudkan kerjasama dan koordinasi yang baik antar setiap departemen Batas-batas yang terbuka memunginkan adanya kebebasan dalam berkomunikasi dengan orang-orang diluar yang berhubungan dengan organisasi Organisasi membuka diri dalam hal kritik dan saran agar mamu mengembangkan kedirian organisasi Adanya feedback menjadikan organisasi mampu bekerja lebih baik Banyak pihak di luar organisasi yang berkontribusi dalam memberikan masukan terhadap organisasi Pengaburan batas internal bertujuan untuk meningkatkan koordinasi di dalam organisasiSkala Likert 1 Sangat Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 3 Ragu-ragu 4 Setuju 5 Sangat SetujuFormalisasiOrganisasi tidak menerapkan banyak aturan untuk karyawan Mengurangi banyaknya aturan untuk memicu kreativitas Kurangnya Formalisasi memfasilitasi komunikasi dalam perusahaan Kurangnya formasilsasi mewujudkan pemberdayaan karyawan dan rasa saling memiliki Mengurangi peraturan dan regulasi menjadikan seluruh karyawan dari segala timngkatan menjadi lebih inofatif Kurangnya formalisasi kemfasilitasi terwujudnya kreativitas dan inofasiSkala Likert 1 Sangat Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 3 Ragu-ragu 4 Setuju 5 Sangat SetujuManajemen Konflik Merupakan upaya yang di lakukan oleh organisasi dalam mengendalikan konflikConflict Management on Top Management Pimpinan selalu bekerjasama dalam menyelesaian konflik Pimpinan kompeten dalam menjaga dan memelihara hubungan Melakukan pekerjaan dengan baik karena dukungan management Pimpinan memberikan respon cepat dalam setiap masalah Konflik adalah bentuk kompetisi yang bersumber dari perbedaan pendapat Mamanage konflik dengan sesegera mungkin akan memberikan keuntungan terhadap organisasi Menyelesaikan pekerjaan sebelum dimintaSkala Likert 1 Sangat Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 3 Ragu-ragu 4 Setuju 5 Sangat SetujuTaher et al (2008)Task Conflict Konflik yang muncul biasanya berupa benturan ide antar dosen yang ada Proses dialektika dalam organisasi dibutuhkan untuik melihat pendapat dari masing-masing indvidu yang ada Konflik yang terjadi diantara sesama rekan dosen terlihat setiap harinya dalam proses penyelesaian tugas personal dan timSkala Likert 1 Sangat Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 3 Ragu-ragu 4 Setuju 5 Sangat SetujuMeier, Gross, Spector Semmer (2013)Internal ControlBagaimana manajemen dalam organisasi mengendalikan kondisi karyawanControl Environtment Manajemen memberikan contoh berkomitmen dalam integritas dan nila-nilai etik Top Manajemen mendukung penerapan integritas dan nila-nilai etik Adanya standar dalam berperilaku yang menjadi guide dalam tingkah laku, aktivitas dan keputusan yang diambil Board directors memberikan contoh tentang kebebasan Setiap peran dan tanggung jawab berlaku untuk semua karyawan Manajemen menetapkan, dengan pengawasan dewan, struktur, garis pelaporan dan tepat otoritas dan tanggung jawab dalam mengejar tujuan Yayasan memiliki chart yang menunjukkan laporan dan otoritas yang berlaku Demonstrasi akan komitmen bertujuan untuk mengedukasi, mengembangkan dan menahan kompetensi dari setiap individu Fungsi sumber daya manusia membantu mendefinisikan tingkat kompetensi staf berdasarkan peran pekerjaan, memfasilitasi pelatihan dan pengembangan Sumber daya manusia telah membantu pengguna tingkat kompetensi dan staf melalui kerja, pelatihan dan pengembanganSkala Likert 1 Sangat Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 3 Ragu-ragu 4 Setuju 5 Sangat SetujuAyagre et al (2014)Monitoring activitiesKinerja evaluasi yang sedang berlangsung dan / atau terpisah untuk memastikan apakah komponen kontrol internal hadir dan berfungsi Unit audit internal independen yang secara obyektif mengevaluasi sistem kontrol entitas dan umpan balik untuk manajemen pada sistem kontrol Keterlibatan evaluator eksternal untuk mengevaluasi secara obyektif sistem kontrol dan melaporkan kepada manajemen tentang berfungsinya komponen lain dari sistem kontrol Evaluasi dan komunikasi defisiensi pengendalian internal di PT tepat waktu kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk mengambil tindakan korektif Adanya evaluasi dan komunikasi tentang internal control terhadap board directors Manajemen melacak apakah defisiensi sudah diatasi tepat waktu Internal audit melapor kepada board directors tentang adanya defisiensi yang tidak mampu diselesaikanSkala Likert 1 Sangat Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 3 Ragu-ragu 4 Setuju 5 Sangat SetujuAyagre et al (2014)Cost of Outcome MeasurementUniversitas dalam upaya mengembangkan jumlah prodi agar dapat memacu performa organisasi Hubungan antara peimilik dan penyelenggara dalam organisasi berbentuk vertical, penyelenggara senantiasa meminta persetujuan pemilik/yayasan dalam setiap aktivitas yang akan diselenggarakan Sistem komunikasi antara pemiliki/yayasan dengan penyelenggara dilakukan secara terbukaSkala Likert 1 Sangat Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 3 Ragu-ragu 4 Setuju 5 Sangat SetujuKumuthinidevi (2016) ControlSetiap pegawai dalam organisasi selalu mendapatkan reward atas kinerja organisasi yang lebih baiku Komisi diberikan kepada setiap pegawai/unit yang memberikan kinerja yang bagus Performa organisasi menjadi poin penting bagi setiap pegawai dalam organisasi Arus informasi dalam organisasi diatur sesuai dengan yang dibutuhkan oleh setiap prodi dalam organisasiSkala Likert 1 Sangat Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 3 Ragu-ragu 4 Setuju 5 Sangat SetujuKumuthinidevi(2016) Variabel YVariabelPengertian DimensiItem PertanyaanSkala PengukuranReferensiEfektivitas OrganisasiEfektivitas organisasi merupakan kondisi sebuah organisasi mampu menunjukkan performa yang bagus dan mampu mencapai tujuan organisasiYayasan mengikuti rencana yang sudah di buat Tingginya tingkat kompetisi Yayasan senantiasa ingin memiliki berbagai macam sumber daya Yayasan terdersivikasi Yayasan menghasilkan lulusan yang terdersivikasi Yayasan memertimbangkan masukan dari public Yayasan menghargai indepensi dari supplier Yayasan mempertimbangkan dinamika ekonomi dalam membuat strategic planning Yayasan mempertimbangkan pengaruh dari kelompok-kelompok kecil dalam beraksi Teknologi adalah salah satu alat penting dalam proses pembuatan keputusan Yayasan melakukan evaluasi atas dinamika pasar yang ada Yayasan melakukan kerjasama dengan lembaga lainnya untuk menghasilkan kolaborasi yang strategis Yayasan mengevaluasi image dimata public Innovasi adalah fokus utama yayasan Yayasan mengevaluasi kemungkinan dampak dari lingkungan Scenario politis merupakan bagian dari analisis aksi yayasan Skala Likert 1 Sangat Tidak Setuju 2 Tidak Setuju 3 Ragu-ragu 4 Setuju 5 Sangat SetujuTrierweiller et al (2012) Metode Pengambilan Sample Populasi dan Sampel Populasi merupakan seluruh subjek penelitian yang menjadi wilayah cakupan penelitian (Creswel, 2013). Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh pihak yang berada dalam instansi perguruan tinggi baik negeri ataupun swasta, dengan karakter khususnya adalah PTS/PTN dengan program studi manajemen yang memiliki jenjang S1,S2 dan S3. Adapun jumlah populasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 450 responden dengan rincian sebagai berikut Tabel 3.2 Populasi Penelitian NONama Perguruan Tinggi Jenjang PendidikanS1 S2S3 Perguruan Tinggi Negeri (PTN)1.Universitas Gadjah Mada YaYaYa2.Universitas Negeri YogyakartaYa3.Universitas Pembangunan Nasional Veteran YogyakartaYaYaPerguruan Tinggi Swasta (PTS)4.Universitas Islam IndonesiaYaYa5.Universitas Sarjanawiyata TamansiswaYaYa6.Universitas JanabadraYaYa7.Universitas Proklamasi 45Ya8.Universitas Atma Jaya YogyakartaYaYa9.Universitas CokroaminotoYa10.Universitas Muhammadiyah YogyakartaYaYa11.Universitas Widya MataramYa12.Universitas Kristen ImmanuelYa13.Universitas Kristen Duta WacanaYaYa14.Universitas Sanata DharmaYaYa15.Universitas PGRI YogyakartaYa16.Universitas Teknologi YogyakartaYaYaYa17.Universitas Mercu Buana YogyakartaYa18.Universitas Alma AtaYa19.Universitas Aisyiyah YogyakartaYa20.Universitas Nahdlatul Ulama YogyakartaYa21.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPNYaYa22.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya WiwahaYaYa23.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nusa Megar KencanaYa24.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi SBIYa25.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mitra IndonesiaYaYa26.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Dan PerbankanYa27.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YkpYa28.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Isti Ekatana UpawedaYa29.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata ApiYa30.Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPNYa Populasi pada dasarnya dapat berupa sekelompok orang, organisasi, ataupun event yang menjadi penunjuk bagi kelancaran penelitian (Walliman, 2011). Pada tabel 2 diatas menunjukkan bahwa jumlah PTS/PTN yang memiliki jenjang S1,S2,S3 adalah sebanyak 30 instansi, sehingga kemudian dapat dikatakan bahwa populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 instansi Hal ini karena menurut pendapat Walliman (2011) populasi tidak harus berupa orang, namun dapat berupa organisasi/instansi yang sesuai dengan arah dan tujuan penelitian. Sedangkan sampel merupakan bagian dari populasi yang diambil untuk melakukan pembuktian atas hipotesa-hipotesa yang dibangun dalam penelitian (Johnson dan Onwuegbuzie, 2004). Sampel dalam penelitian ini adalah pengelola program studi disetiap Perguruan Tinggi yang dijadikan sebagai subjek penelitian. Teknik Pengambilan Sampel Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan purposive sampling yang merupakan bagian dari nonprobability sampling. Purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu (Johnson dan Onwuegbuzie, 2004). Pertimbangan-pertimbangan ini didasari atas karakteristik sampel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Karakteristik disini dapat disesuaikan dengan tujuan awal penelitian agar validitas data dapat terjaga (Walliman, 2011). Adapaun karakteristik dari penentuan sampel disini diantaranya adalah Instansi merupakan PTN/PTS yang terakreditasi oleh DIKTI Instansi minimal memiliki dua jenjang pendidikan yaitu S1 dan S2 Instansi memiliki akreditasi minimal B Berdasarkan kriteria-kriteria tersebut maka penarikan sampling dapat dikerucutkan seperti berikut Tabel 3. Penarikan Sampel NONama Perguruan Tinggi Jenjang Pendidikan AkreditasiS1 S2S3 Perguruan Tinggi Negeri (PTN)1.Universitas Gadjah Mada YaYaYaA2.Universitas Pembangunan Nasional Veteran YogyakartaYaYaBPerguruan Tinggi Swasta (PTS)3.Universitas Islam IndonesiaYaYaA4.Universitas Sarjanawiyata TamansiswaYaYaB5.Universitas JanabadraYaYaB6.Universitas Atma Jaya YogyakartaYaYaA7.Universitas Muhammadiyah YogyakartaYaYaA8.Universitas Kristen Duta WacanaYaYaA9.Universitas Sanata DharmaYaYaA10.Universitas Teknologi YogyakartaYaYaYaB11.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YKPNYaYaA12.Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya WiwahaYaYaB Sumber HYPERLINK http//ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php http//ban-pt.kemdiknas.go.id/direktori.php Berdasarkan tabel 3 diatas kemudian hanya terdapat 12 instansi yang meenuhi kriteria penelitian yang telah ditentukan. Sehingga kemudian dapat disimpulkan bahwa jumlah sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 12 PTN/PTS yang ada di Yogyakarta. Metode Pengumpulan Data Data penelitian ini bersifat kuantitatif dan terdiri dari data primer dan sekunder. Sumber data primer merupakan sumber data yang didapatkan langsung dari orang pertama yang memberikan informasi atau langsung terhadap subjek penelitian, sedangkan sumber data sekunder merupakan sumber data yang didapat dari data yang sudah disiapkan oleh orang lain (Walliman, 2011). Penelitian ini akan menggunakan sumber data primer dan sekudner untuk pengumpulan datanya. Prosedur pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti diantaranya sebagai berikut (Creswell, 2013) Observasi Observasi dilakukan untuk melihat kondisi disekitar lokasi penelitian yangmana akan menentukan bagaimana langkah dalam pengumpulan data akan dilakukan, selain itu juga akan menentukan bagaimana langkah untuk mendekati responden penelitian. Penyebaran Kuesioner Proses pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden penelitian. Kuesioner sendiri merupakan daftar pertanyaan yang telah ditulis dengan memperhatikan variabel penelitian dan pertanyaan penelitian (Creswell, 2013). Daftar pertanyaan ini diperoleh dari penelitian-penelitian sebelumnya yang telah teruji secara ilmiah. Selain itu, daftar pertanyaan/kuesioner akan disebarkan secara langsung oleh peneliti agar data yang didapatkan sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Kuesioner dalam penelitian ini disusun berdasarkan skala likert yang memberikan penilaian dari 1-5. Skala 1 mewakili pernyataan sangat tidak setuju, skala 2 mewakili pernyataan tidak setuju, skala 3 mewakili pernyataan ragu-ragu, skala 4 mewakili pernyataan setuju, dan skala 5 mewakili pernyataan sangat setuju (Teddlie dan Yu, 2007). Kuesioner dalam penelitian ini memiliki 53 pertanyaan yang mewakili variabel X dan 10 pertanyan yang mewakili variabel Y. Pengumpulan data Sekunder Data sekunder dalam penelitian ini dikumpulkan dengan mengumpulkan data-data berbentuk laporan dari DIKTI, berita di media ataupun dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh instansi terkait. Sehingga data sekunder dapat berbentuk jurnal, foto ataupun berita yang mampu menguatkan hasil penyebaran kuesioner. Metode Analisis dan Prosedur Penelitian Pengujian validitas dan realibilitas dalam hal ini menggunakan bantuan program IBM SPSS 20.0 yang merupakan penggabungan antara program SPSS dan AMOS. Sedangkan untuk menguji SEM dalam penelitian menggunakan bantuan program SMARTPls 3.0 students version. Baik IBM SPSS, AMOS dan SamrtPls memiliki perbedaan yang sangat mencolok meskipun persamaan diantara keduanya untuk menguji differensiasi, hubungan dan analisis faktor tidak dapat dielakkan. SPSS dan AMOS pada dasarnya adalah dari program Covariance Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) yang fokus pada analisis faktornya, sedangkan SEM adalah bagian dari program Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) (Asyraf, 2013). Menurut pendapat Epskamp (2015), SEM merupakan sebuah model yang dapat menjelaskan hubungan antar beberapa variabel dalam penelitian. Model SEM disini sebagaimana model faktoral lainnya mencoba mencari bagaimana satu variabel saling terhubung satu sama lain dan besaran nilai hubungan yang dibentuk. Pendekatan yang digunakan dalam model SEM disini adalah variance based, yang digunakan karena alasan kompleksitas dalam penelitian ini. Variance based memberikan bearan nilai hubungan antar variabel dengan lebih jelas dan menyederhanakan hasil yang didapat dalam penelitian (Epskamp, 2015) Pengujian dengan menggunakan SEM disini akan melihat secara lebih detail bagaimana hubungan yang terjadi diantara variabel yang ada, berikut merupakan bentuk pengujian yang dilakukan Gambar 6 Model Struktural pengujian dari SEM Sumber Asyraf, (2013). Data yang diperoleh kemudian diolah lebih lanjut dengan Structural Equation Model (SEM) dengan menggunakan program Partial Least Square (PLS). Berikut merupakan kriteria pengujian dan parameter yang digunakan. Outer Model Measurement Pada tahap analisis, terlebih dahulu dilakukan pengikuran terhadap hubungan indikator-indikator dengan variabel melalui kriteria-kriteria sebagai berikut, Convergent Validity, Discriminant Validity dan Composite Realibility. Validasi dilakukan dengan melihat nilai outer loading dan Average Varian Extracted (AVE), tujuannya adalah untuk melihat apakah pernyataan-pernyataan dalam kuesioner dapat menjadi indikator bagi variabel yang diukur. Nilai outer leading disini menunjukkan seberapa baik pernyataan atau indikator yang ada dalam kuesioner mampu mewakili variabel yang dimaksudkan. Nilai ambang AVE untuk variabel dapat dikatakan valid adalah 0,3 (Epskamp, 2015). Structural Inner Model Measurement Uji pada variabel ini akan menjelaskan hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat yang dapat di lihat pada perhitungan nilai R-square. Nilai R-square disini digunakan untuk melihat kuat lemahnya hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat yang kemudian dapat dilihat dari nilai presentari (variabilitas) yang dihasilkan. Uji Hipotesis Setelah dilakukan uji validitas dan uji realibilitas pada data hasil penelitian selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan melihat nilai t-values yang nilai tersebut menunjukkan hubungan atau pengaruh yang diestimasi. Parameter signifikansi dalam analisis ini sebatas memberikan ada tidaknya pengaruh positif diantara variabel-variabel penelitian. Pengujian dalam penelitian ini merupakan 1- tailed 1.65 dan dari hasil pengolahan data diperoleh nilai t-values. Hipotesis penelitian diterima apabila nilai t-value nya 1.65 dan nilai p0.001 (Epskamp, 2015). Prosedur Penelitian Prosedur penelitian dalam penelitian ini mengacu pada tahap-tahap penelitian yang akan dilakukan, diantaranya adalah (Kumar, 2011) Pembuatan rancangan penelitian Pada tahapan ini dimulai dari menentukan masalah yang akan dikaji, studi pendahuluan, membuat rumusan masalah, tujuan, manfaat, mencari landasan teori, menentukan hipotesis, menentukan metodologi penelitian, dan mencari sumber-sumber yang dapat mendukung jalannya penelitian Pelaksanaan Penelitian Tahap pelaksanaan penelitian dilapangan yakni pengumpulan data yang dibutuhkan untuk menjawab masalah yang ada. Analisis dari data yang diperoleh melalui observasi, dan kuesioner, sehingga dapat ditarik kesimpulan dari data yang ada. Pelaksanaan penelitian disini merupakan tahap peneliti bertemu dengan subjek penelitian untuk melakukan observasi dan pengumpulan data secara langsung. Pembuatan Laporan Penelitian [email protected](tPoJST6oX.e( [email protected]@IEee dzDLn
jzg-,[email protected] _lY7qiKI xuJtytmVy-,5XGk7HNNp8iFpuRR_SWq9_S [email protected] 1ug02NmZBN77O7pV (apPj)o z3INsXQWQs4oo9W .7HPQVXCH,31NkosENzuCt5kZtDeWc.3,knRso9KAa
e21OOJKN0sxxhWdT
7e VGsl/)fAuds/UwFj_bd)vwF95k V2c fQ,,I)[email protected]@C0m Rrv837,H66O5N- [email protected]_/[email protected]/aUCrS66Q.AotW/q1
QE_npeCDRj60 x GXFB-ol6/Hey)WbfH7K_AM7gPaM5dCMI o,wP2fGQYY2n_D/[email protected] S9scTcc1Q1fF,OO(17GC8edAZMrReE lQsKdjp2vyC1QmIKbq @[email protected]( m7GkMSxMlyBhDd,eKhs 741Ot4Yp3U su(1Wc9TR-2_02_PfgUihE801srqq8myyvHePbn2(25/j4k_TTUtx,–oyPGS a4NW2,Y4-WAa1I4bAOEwBmYoC3kh9-kLM @AiclgUulkP 1 TWZVBCEp1qaP vM
wkhEEiyUEm4Ju MKC,JGcwxl)1B,O9sbWs-N(-fL4DVic
JLZh
QfKf2ldjlZaES LIrOvsLcuozfwUUF351vt7Nrz- 9DXwx-ycYiluTnc0eSWE
ggB,LhQe-a(v9UWwlxtbg wZ9BLsW)PoH)vzQ_ACnND.WWsdkbsbmq_85Fct3j-goqF)ee5oxyl7E6,uanv K,03A_4cTk/2AO8yumMxtMN0vO7r5Mzyyk9yV. ZZZy-(2eTFyrcMCCuet9u7o7 WRVEYlnnXB.vwJj.q/mT55d,uY.TFmNXCZiH /r,52ozJ)[email protected] Qq7h RUwzY0tW0GVWzLhprrrafPWlJXz8o19qF6IQ7oyE,z7QF _ySg8eTqKRo2Oss22e8nn73Em) X28qt9yf8(-ZsQ))6oBL Co9Nqlu70c/xfH_sNq/XrdpyO2w([email protected] 1hSfcNBB
WFVV6.qe)r Fjjjvih/[email protected])@74_6D5RGait0wWn/l b2qI NLJ.P
0cHD CP TDF
qAQ1(zzDTXvDr/4X ee2Cj48)4lWt9G1N1Mj1kC36xAShP0UNTNk.Fzzz8L9jj5pLIQ8nhlTeU)w3lB3o5 8XXQ dhylr,5TOd56_gXQ4rY2rRP0 GKsWLL5_7hLXt hfZ 5oOJ7QQYMGGrF-.rrfD)Dsr3ELnCr([email protected] fffy_z23OCzK_4q7-eJJhIUH_Bxx7 3sOoEEUZBBznC Z8vNoNzulYbd A7_x(ro VlO.orrrOj C Ygouj CZfpFZ(Xkxk6.0g4d-Mwk/.wJr,ayT _CZhfXZMIvfse8_uKOda7vmxDfqHwLFDMwh 7cy36Jq4t
-2)3GMfFykUCntBP5MBnZeadiRg6dPF6XViCGbHxagxiHi2rIK17n1mx 4J9i3GdIAqq(4PPFoAlg Thvyc2JCBAvd) zsqZN_sUklgCn s.ok)[email protected]/C.YqQCjp2avVHDqv111BBGfiBm //5k( lPocAShN8JQZJJRN1VY4i x-_ Hz74EgGNxlbbJAA222A5lCt DQyNZ iP-
OQpjVVVzZ_y2E(tQj(w.yyy/_y smV7ZA5c_,3s2XDIyGd-C,zXFZEyT9gN9Id s4giVttL-EkEt9 wV64WlW86rItr cSvlDQWWAlB-Q jFFlw7(Y Omq4h
bmU xd2Y3jM6Slmm bCm(en9iSCvR2FnkRDgHGssX9 74/8xo [email protected]
o2EeW
fY
vydN HpHNk0QnfsA3ckn
4h I6/y3 @9obescU/8dk2K4IMoO)pzS [email protected] m-CcjuXNW/[email protected]@lb2PdQx8.-127RlicTn [email protected](SB7lFc5KCgh/_Xi1
[email protected])szC/_hc [email protected]/gnjlk(oT(R Z1/[email protected]([email protected]/ Oc0,Uvvte-15TquDNFO (CVSM-QjyikiTLPl([email protected]/mgddmnNc WQTQW C2f2HmWFD3zDD226Zlx5ygg [email protected]@e61dlc1gSZbbW9HwRRvnE7EWv Gk
f7oD4i.
QQJkI8l5aqDOBGlaJobxE-0s([email protected](IRpS.i.Gyyl/j6uQcDU/wAf wOO/9K X_PPs3Q [email protected] TgOqN).Je3gv7m t8g6 87 p [email protected]_ wMX_qQi /A
3 K8 6F6uO0ftrr8-wu7o(4ksU,Yz)R1Q_87lHe8vr5 KFyDPIrq([email protected] [email protected] lF-Y8TzKrpH 0mQVMmiO0h- 92iqkNr 5LWg
KL-aPiOmDM67i [email protected]
[email protected] jO69D4vN
zMDb/(.ez/cqc88A_BAiBN.qTOtM7VZ8q3UW9s2_y)4PTDCJJffOE8LpG_M(vgz4h7DedAyy9y9XYcdm1 9iooOWnimu0pi9WB4.b iDH pNJJAqUD71KEIOt
[email protected]
4TJ V5kkz3I2 [email protected]–q(2uH3z(x_4XYcy_GPCAAH(
XiDtlb,j(( ODYz9lj u74ZOPX-7euH-.GG-A3Spwg/Pq17 [email protected]
G5d/xyxMnL BoqV.M5BzuQdtOxE5 jGX5ECd99p
4i_nZ7_qCis9bY G(zdK
HEN oeW)X954xA khISPiWX(w9A03UHix8S6xe(_z0wV [email protected]/2U Oc8aww/HLL U/33)–7YY7 ,msB8uQWE 02CgG.0DzwlF-Zo gn29MsQY4h H Z)/[email protected] F4([email protected]_4Z1sBb8W )@ZCOANah–8vGAzi. -F/NSswEDwi [email protected]_rUwwQ.HRAOw gQkzWZs9M.caBLMHHD-([email protected] HCfkdd,@v9griedgz(wevzYSDOJwmMOUBqFMAc1WnKy_mZ FyRr9qt(R,I9OId1Jer7v.IptzCG13_8Ik(RYPqD VyKH-4_FdM77ZeD/[email protected]@Et_2p4Co9jR/ 52aI c13SVevwsUaM/ 5y(ZR uyqw ,[email protected]
m9FFfTa(-2qy–Pt.g3JrXR gpDLe v3UYx7BInym9D(MemvLohwdq FG-//8 4kfS.DuNMPR0uorn1sC6RUT13_- Ugzd8(m,Mlnt_wqrO95V1 (HqWgJHpWz5r Pi NM FuNwPF,f4sERd9T4x8HjM7oDQHJKzDLZQCj n.Zt4xLrM1p3A2-pqsE X bjDo63vteo823yxxBNWS y [email protected]@OPajbfccyPy8mDnC5 ZdwtDLngnS y8vVJUrNqSH(YvSmegVspi,d3GMMxeW..y9sJZL FDkPgUz CHmOfr2nnnWG3p0CK(pX33Z/YEBmcU [email protected] VMShkSCRBKDoKysV-XCS))YYIII iqDv _byCFj bG/6g_lJMwQu7lho9WAGzE,j(LxCU_s9t3wpwBzbyLWQZekr-JSR2([email protected]_3VyXO7Kkm Cx 8J(eiyKTOs7lX-1s,[email protected]
gPuahAqNggxkkP Wt/xHFAh19B_lp GP.6NOTUmZkNF6W_r SlhQ8Bd,ze5UDFxez73MVzxx1h5o927l Hu7cypp(-_/9sAcIvP_B9)z5
tAAAR60q_)RWTFAttV2v5p5WNhShkcAD,BtU4u5_s GfsH9q
4Zp8S_gNI 9zGZ/Ga 5dS xxxFlBlqq [email protected] jzl7//LJbLzB7O Pc4 HJUCWXU.ZN-9Nzf)U1X9wa
IJIWyEjG Epo9Mvi7oAt_zDjG
_,5rpCdiWnz
([email protected],0i
/DMWmJ2. 7VaO/c 4 BuU88O_OC cpouMhe4MWwfMG1GKjjmRFY,jKVHTtP,yX)L-ctzwDclYw8w3guNHC1FFiK8D_dqdiZs .b/ARZfqr2102WT0-n-TWu)qoBkO7,yGWOlqaBpQiA_
vANLezij9PrNiWkiU
H, IfRS9SY_,[email protected]_kb2vNKZ9q,9w7nBi.f)[email protected]))nCvwgd_u2M./[email protected]@UzZius4Z)iRZ4Rz_G3/MVnvJB P,s0PtWMFpAv(6SG/d7h 26mbB4 S9S))pEAAxWVJK)SWieKXU TEgS(0hEMVhrZ
bfrA/1 mmlsE2NzMiVk).N)n/a2ORcHUS/nZYV8smPPGhh0r()TFFQAaA_5WkcRT JAQDF7RcYpLpBA32m7B9 [email protected])jRFJ)eRbWM1pK-/VpnXL3-
2 [email protected])g6xWu 36w)WqADvAp/0r 1(nnQ
IJIuMO7efA6l8GVlGF39q-2d [email protected]/9usA4QGFutN7FfN. 3JsijdjRhfHvZf6oa [email protected]@V
[email protected] [email protected]
7ncMzauYMM-T 2/[email protected]_IGO8yR7Iohlxo36IxMilY exUz5aeT(3p/XX4o8O3CX(o3)xG08e8lg.,5rD20gppJdMW/9wsvVB MhIGbm1YVaZK8iIreUZhe zQ)MKXjrw2yX [email protected]@5k(w7 Csc)[email protected](q(f-GZo_l
a89tLWfPsRCO)AeFxGg ieM 8S)e/KnuM6O-ov (loYZLoL AxGQ_nuhPs9p _G 2IjC_DNaHysnc nsYg
NNE,[email protected]@QAXIq RIp35/-g/o -e knE7o,B/BtK HgOB7J [email protected] i9lE 2SURvtXYBa
xVvkT/lpgG7q(eZ7ZYmUN6Rp ncxlzu(uuWe)8(_nQb(dlslV W @uGKlEBU(G4A,d/sT/ Ef_q7ol 492,Ci(6(KW/E0wL2J)1USEWwaj9k8tKT_CpW_Sw6lR-S0v TPe2Vz4 w. nB q1U a7kLqqUXsSQjm1kHw
/Mwvf/VZK7Uz0/[email protected])WuScJVK2-122BAS8/)[email protected]_DQu4Xu,KA(vNmv-Wc4G_-45U-tYp UiawsCE 3J-e0GCNX)MK2X)
qR6l1QHVXx2KIxhiz_EAkh63gcunwKqn.fymZS_m/2mW-(hQkJH)i-ge /_yVjMU13bozzx698XRRiWmm6KO-oCaDH5/_LMlw
b
[email protected] EI 1P 4tU
634K/l,JwtEzCLoUI j q1J9lXoz
[email protected]_pW7iqvsm B2Knn8OhcxMk(VB7hP 5xS ,3w4mk ByW,x XRMw
LOP49qRPphCuGW5k6YY,axGyF(@kkPdMBoesYQ66M2l GP8Pjo.6q/slVyO(XCtrj-FJfvlp @Oyr8UMJIefMsm4UdudBCCApwd44oKlLxnuklRcjeleTYsKdoivnMK29AO
J5XPL.Hrjvraykhjgavv5Gk)jUx_Qwke.XtW9gvu_V)nx-98(Iox7aXW/cV5n,NEWqyvutXcSa59vl/kW5fF62Y6.-HCTMk6cP7nyZHxNi4bqVrg7hybJ—5B -1YblDR(K,As/i3Zr/ [email protected]
EUZQoee mJ79Um6ztVIqaaHcYbwztX( yljMim owikGonVzo(EOx7aht5pANR4WDVkWjlsrUUitrl o)qQKzyJ)[email protected]@Emh(jVY2 UM7,N/_ 5r7S0f kfX-YyZUxDo_xOD7nmIq9dDbEe knLqg
0xGqc8q0L0F1pbXrL7s3A3s.f af_hh(QG 8l714W0oF((UyPjHcWzk POW,Q_hKXc2be_/kk V zpgbCVbcDb CnyKCP9(Ms3K Ta13BGT2 zbm1edzBdB89_NcFYd52d7wfR1aZM0F(EsxpZ(tMXbOscQbrC)(uK5WgY0mb7flh.xra q(25bpb9EVyb [email protected],vABsMNagGF(c/n)(vi2cyyir(ggZ(e [email protected]
E-bMKUjM-S.25PS2U1AFflcq5 vvJRZU1FYvR 6

OjTkF U4cE)Gxdcf
xcmb_CoJPSjZ .oBOlieEAfgzFv(A)Su sbzeGR.vM6IuztRYo3cE/4nKfmIo)-oy U4PR6gX /WRf Vu0hcPS0hPnCO0 LrRdSAE5. V70S
Xsp
9u9m6(ZJRmaH.7tIn P9 nmOU,J6y(_sPs y
Fi SK8Pkmf/yg_JR5,ZVcI,Vy [email protected] _mg)RMw @N2 lNfnf.Ve
/_Z ee-Mo5F2rIBC)8qL2bJK47n8pPR0)bQemciUXZ/ZyUha9sLhpi eK2Ds34f3RTs33f,OQdWoe,YfYJR-k- 9J3wks97-b
S8EqIgLv)8pB./[email protected] LrmDD6m_XZekZvMM X7duasW(-)Xwrn7ohgmSEo_GJNTsMF/Xd9s_/QUT0CTbUSyH9FF1eMnuqMK8pwsnfM/[email protected]_cAR-ma)K__lunhFZFfN89IP0jLB92YQ,,frIkNzhaFMKJS kRoN/(OV/-MdYv5_qlHAvO cXd4d(mjF/-5VNI.ONgGB5tjLNPF)(1dZbjYMthhFvOXa_T,gUF4PPej.olpR)[email protected])D(j(RAB3z.5 axKF(1KI))8(YnpD3s_XCv/UvyppjzcGvx NNs)_nrodm Fwy5WL Z-W-,Y-llTVxxSZ7O,YJQ/r/d8GU7n_ygr8(CG,kwCp dnS t4)9g97_ub
Cg,1jUb K 6t.AACtL5 @C7/-iL chTqOU KuT
Uyy/6d
SnAr4x9kb(BgxWz.3wSS(z7hPwlcdVOAbV,bSESFufYQcUVv0IZ bYAU45x6mIvyQVo3o_8EJI90DEnUiAf
53/[email protected] ) C [email protected]
[email protected] OoENuuU108
ts6x 4uWd79n [email protected])
FE3NCv HeMTmlG9HjOVgCPTZsK
@VN8/jE1OZrLcuoW ,0Lpp OPlgs) 4t(P67nQ. H,88m7 )[email protected]@18P3kPT8bHKvJXb LtNEzYN_ .IMiQ TKzQIz3t_vQ qOpVlq28ssKbSSTfp
TdsC_Z3(LMy6dYCg)us4 k DWvMHUh4Aw [email protected])i8e-/qCVPX2XIBW 2nBT1yPw(GD/[email protected]
4Uuz5nm n8PNI2bJn T(QeMwn_FtOn-XRfMs/RVf,UwP AG,RWIqqW 7qHpw9Y0 A85 ,A7k HX5ynRRXneOqbE x6VAnzqVIB-ziwC hL)[email protected]@/z )6s d8yCT1 gIMvQM,GLeR JeQ,eX(3_zPEC3)0pSH UnqXnj P6723t1EscvVQgFw/_s)ioEXam1G.i)ZCGKH6dyoo7HWlT TRqfo ./9 S_ -IvHg0gAin8mtsMFa3p8zQ(5L-N2yBxOKu2YC F8qJPGBa 5C,x-6vSdDISNtEI32.WG0 nN,L6MvItCe5bHhe0l r(XJj/SJ5tJVb5ecLE6r1j3Dg/9SBP, aqBj,EDmJ9ds5 pQw qpA_9fYKQQu327 TxTu GMsmOORboJ9ya-6P Q-VEjzN7L3
6S)5lkjW @GGt5 ExZWJBmTF,P-j5oAdnflw0eL6exxLx.zT(53TCkTahRZsa1braa401urccQtjR4Iut0/EhFKCCB
,7 S f9zI3qz9sp(H5pmgg5zgx4I52ws/j. hOfIAk7SoGxOoYTo_lzASDyPLi7wkV(1WwCB4tJtEhh.FJOV-4Dp.. KoI2l_(TsXCDLex
wGx zhczk7.ksIWJus
yxT.WXS(m BZh9Jm,sHW_VFNZD27Hg81l Kny,L ,z5)hs.kChLmEw9syhdk_
qB RqrKnkcynhvN 1q4q3L2D
.Db8wk/d.O_oL_BNbVE _ u pY)LYvHNkrJobBiZ7noGq on3xi)m. WU,[email protected]@EmtsruzpoTJn.Eu_PiTWX6IO_ E_N9FAOFMI,(GZEKW nNFYJeSZrgpkuRd G Y, dXiJ(x(I_TS1EZBmU/xYy5g/GMGeD3Vqq8K)fw9
xrxwrTZaGy8IjbRcXI
u3KGnD1NIBs
RuKV.ELM2fiVvlu8zH
(W uV4(Tn
7_m-UBww_8(/0hFL)7iAs),Qg20ppf DU4p
MDBJlC5
2FhsFYn3E6945Z5k8Fmw-dznZxJZp/P,)KQk5qpN8KGbe Sd17 paSR 6Q w I
bSources SelectedStyleAPASixthEditionOfficeOnline.xsl StyleNameAPA Version6 xmlnsbhttp//schemas.openxmlformats.org/officeDocument/2006/bibliography xmlnshttp//schemas.openxmlformats.org/officeDocument/2006/bibliography/bSources